|
Tiga bank BUMN siap berminat membiayai pembangunan
bandara Internasional Lombok Baru pengganti bandara Selaparang, di Nusa
Tenggara Barat yang telah di tender proyek konstruksinya pada maret lalu.
Direktur keuangan PT. Angkasa Pura 1 Laurensius Manurung
mengatakan 3 bank tersebut telah menyatakan berminat ikut dalam pembiayaan
bandara Internasional itu, tiga bank BUMN itu adalah Bank mandiri, BNI dan
BRI.
Pembangunan bandara Lombok menelan biaya sekitar Rp. 665
Miliar dimana konstribusi pendanaan berasal dari tiga pihak yakni pemerintah
provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar Rp. 110 Miliar, pemda Lombok Tengah Rp.
40 Miliar yang di anggarkan dalam APBD secara bertahap mulai 2007 sampai
2009, serta AP 1 Rp. 515 milliar.
Dia mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan
kemungkinan untuk memakai dana internal. "Tapi kami masih menghitung
kemungkinannya" Ujar Laurensius.
Pembangunan bandara Internasional Lombok Baru di Tanak
Awu dilakukan karena bandara Selaparang sulit dikembangkan karena akibat
terbatasnya lahan, dan pesawat berbadan lebar sulit mendarat.
Selain itu, pertumbuhan penumpang yang terus meningkat
hingga 900.000 per tahun harus menjadi perhatian serius pengelola bandara
dengan mencari lokasi bandara baru guna memberikan kenyamanan dan jaminan
keselamatan kepada pengguna jasa .
Bandara itu dibangun pada lahan seluas 538 hektare yang
ditargetkan selesai pada 2009 mendatang bersamaan. Bandara baru ini
didesain untuk kapasitas 1,5 juta penumpang.
(Sumber
: Bisnis Indonesia)
|
|
| |
Emaar
Properti mengembangkan usaha ke Asia Tenggara dengan proyek senilai AED 2.2
miliar di pulau Lombok - Indonesia.
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
Wakil
Presiden Indonesian Jusuf Kalla dan Wakil dari Emaar Properti Mr. Mohamed Ali Alabbar
setelah Mr. Alabbar menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Mr. Muhammad Syahrial, President Director, Perusahaan Pengelola Aset
(PPA), untuk mengembangkan proyek Emaar di Pulau Lombok. Terlihat
adalah Duta Besar UAE untuk Indonesia Mr. Yousif
Rashid Al Sharhan. |
|
|
|
|
|
 |
|
|
Pantai Kuta |
|
|
|
Nilai
proyek pengembangan yang terbentang di lahan seluas 1,200 hectare tersebut,
adalah AED 2.2 miliar (US$600 juta; IDR 5446 miliar). Dengan disaksikan
oleh wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil dari Emaar Properties Mr. Mohamed Ali Alabbar
menandatangani Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Mr.
Muhammad Syahrial, President Director dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
'Indonesia adalah pasar global kami yang ke enam belas dan pembangunan di
Lombok akan memperluas skala properti portofolio diwilayah Asia Tenggara,'
kata Mr.Alabbar. 'Lombok project juga menandai konsolidasi dari
pengembangan proyek properti kami dengan mewujudkan pembangunan kelas
dunia untuk memunculkan pasar dengan potensial pertumbuhan yang tinggi.'
Beliau menambahkan : 'Lombok adalah salah satu tempat wisata yang paling
menjanjikan di Indonesia dan memiliki potensi untuk menjadi magnet untuk
wisatawan dunia. Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas
kepercayaan mereka pada kami untuk mendukung inisiatif pengembangan mereka
yang akan membantu posisi Lombok dengan Bali sebagai tempat tujuan wisata
kelas dunia.'
Proyek Emaar Lombok dibangun di pantai indah Mandalika dan akan dibuat
menjadi pembangunan ramah lingkungan yang terintegrasi dengan elemen alami
menjadi zona residensial, liburan dan keramahtamahan. 'Ukuran ramah
lingkungan akan diadaptasi untuk Lombok project agar memberikan para
penghuninya untuk menikmati keuntungan hidup berdampingan dengan alam,'
kata Mr.Alabbar. 'Untuk fasilitas liburan akan disediakan tempat-tempat
untuk menyelam, mendaki dan olahraga selancar, yang mana Lombok telah
dikenal dan diakui dunia'.
'Lombok memiliki sejarah yang panjang dalam menyambut wisatawan dari
seluruh dunia, dan pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar dipulai
ini,' kata Mr.Syahrial.'Proyek Resort dan Residensial Emaar akan
melengkapi tujuan kami dalam pengembangan Lombok lebih jauh lagi.'
Proyek Emaar Lombok akan memiliki 7 km depan pantai alami, yang mana akan
mendukung pembuatan pelabuhan, terpisah dari residensial mewah dan resort
dengan keramahan bintang lima. Emaar telah memulai proses pencarian merk
resort dan hotel bintang lima berkelas internasional untuk menjadi bagian
dari pembangunan ini, yang mana juga akan memiliki tempat golf dan
perbelanjaan. Perumahannya akan dibuat design tropis dan arsitektur yang
disesuaikan dengan keadaan sekitar.
Ekspansi global dari Emaar untuk memperbaharui dan memunculkan pasar
tersebut sejalan dengan visinya untuk tahun 2010 untuk menjadi salah satu
perusahaan paling bernilai didunia yang menembus ekspansi geograpikal dan
segmen bisnis. Emaar juga telah memiliki dasar yang kuat di Asia Tenggara,
dimana mereka telah membuka untuk pertama kalinya Emaar -
Raffles International School di Singapura, yang juga akan menandai
diversifikasi perusahaan pada jalur pendidikan.
Emaar, saat ini, memiliki porto folio pengembangan diluar negeri lebih
dari AED 220 miliar (US$60 miliar) dan memiliki andil dalam memunculkan
pasar didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara, Daratan Hindia, Amerika dan
Eropa. Di Dubai, tempat asalnya, Emaar telah membangun Burj Dubai, dalam
pengembangannya menjadi menara tertinggi didunia, dan The Dubai Mall,
salah satu tempat perbelanjaan dan hiburan terbesar didunia.
Sumber
: www.ameinfo.com
|
|