Home - Lahan - Villa - Project - Info - Berita - Kontak kami


 
AIRPORT UPDATE (Agustus 2008)
   

   

 
 
3 Bank BUMN siap danai Bandara Internasional Lombok Baru

  Aktivitas Lombok International Airport 
Jakarta, June 8 - 2007

Tiga bank BUMN siap berminat membiayai pembangunan bandara Internasional Lombok Baru pengganti bandara Selaparang, di Nusa Tenggara Barat yang telah di tender proyek konstruksinya pada maret lalu. 

Direktur keuangan PT. Angkasa Pura 1 Laurensius Manurung mengatakan 3 bank tersebut telah menyatakan berminat ikut dalam pembiayaan bandara Internasional itu, tiga bank BUMN itu adalah Bank mandiri, BNI dan BRI.

Pembangunan bandara Lombok menelan biaya sekitar Rp. 665 Miliar dimana konstribusi pendanaan berasal dari tiga pihak yakni pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar Rp. 110 Miliar, pemda Lombok Tengah Rp. 40 Miliar yang di anggarkan dalam APBD secara bertahap mulai 2007 sampai 2009, serta AP 1 Rp. 515 milliar. 

Dia mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memakai dana internal. "Tapi kami masih menghitung kemungkinannya" Ujar Laurensius.

Pembangunan bandara Internasional Lombok Baru di Tanak Awu dilakukan karena bandara Selaparang sulit dikembangkan karena akibat terbatasnya lahan, dan pesawat berbadan lebar sulit mendarat.

Selain itu, pertumbuhan penumpang yang terus meningkat hingga 900.000 per tahun harus menjadi perhatian serius pengelola bandara dengan mencari lokasi bandara baru guna memberikan kenyamanan dan jaminan keselamatan kepada pengguna jasa .

Bandara itu dibangun pada lahan seluas 538 hektare yang ditargetkan selesai pada 2009 mendatang bersamaan. Bandara baru ini  didesain untuk kapasitas 1,5 juta penumpang.


(Sumber : Bisnis Indonesia)

 
 

Emaar Properti mengembangkan usaha ke Asia Tenggara dengan proyek senilai AED 2.2 miliar di pulau Lombok - Indonesia.

 

Wakil Presiden Indonesian Jusuf Kalla dan Wakil dari Emaar Properti Mr. Mohamed Ali Alabbar setelah Mr. Alabbar menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Mr. Muhammad Syahrial, President Director, Perusahaan Pengelola Aset (PPA), untuk mengembangkan proyek Emaar di Pulau Lombok. Terlihat adalah Duta Besar UAE untuk Indonesia Mr. Yousif Rashid Al Sharhan.

Pantai Kuta

Emaar Properti, developer properti dunia yang berbasis di UAE, telah mengembangkan usahanya di Asia Tenggara dengan proyek di Lombok Tengah, Pulau Lombok di Indonesia.

United Arab Emirates: Senin, April 30 - 2007 pada 16:15

Nilai proyek pengembangan yang terbentang di lahan seluas 1,200 hectare tersebut, adalah AED 2.2 miliar (US$600 juta; IDR 5446 miliar). Dengan disaksikan oleh wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil dari Emaar Properties Mr. Mohamed Ali Alabbar menandatangani Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Mr. Muhammad Syahrial, President Director dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

'Indonesia adalah pasar global kami yang ke enam belas dan pembangunan di Lombok akan memperluas skala properti portofolio diwilayah Asia Tenggara,' kata Mr.Alabbar. 'Lombok project juga menandai konsolidasi dari pengembangan proyek properti kami dengan mewujudkan pembangunan kelas dunia untuk memunculkan pasar dengan potensial pertumbuhan yang tinggi.' 

Beliau menambahkan : 'Lombok adalah salah satu tempat wisata yang paling menjanjikan di Indonesia dan memiliki potensi untuk menjadi magnet untuk wisatawan dunia. Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kepercayaan mereka pada kami untuk mendukung inisiatif pengembangan mereka yang akan membantu posisi Lombok dengan Bali sebagai tempat tujuan wisata kelas dunia.'

Proyek Emaar Lombok dibangun di pantai indah Mandalika dan akan dibuat menjadi pembangunan ramah lingkungan yang terintegrasi dengan elemen alami menjadi zona residensial, liburan dan keramahtamahan. 'Ukuran ramah lingkungan akan diadaptasi untuk Lombok project agar memberikan para penghuninya untuk menikmati keuntungan hidup berdampingan dengan alam,' kata Mr.Alabbar. 'Untuk fasilitas liburan akan disediakan tempat-tempat untuk menyelam, mendaki dan olahraga selancar, yang mana Lombok telah dikenal dan diakui dunia'.

'Lombok memiliki sejarah yang panjang dalam menyambut wisatawan dari seluruh dunia, dan pariwisata adalah sumber pendapatan terbesar dipulai ini,' kata Mr.Syahrial.'Proyek Resort dan Residensial Emaar akan melengkapi tujuan kami dalam pengembangan Lombok lebih jauh lagi.'

Proyek Emaar Lombok akan memiliki 7 km depan pantai alami, yang mana akan mendukung pembuatan pelabuhan, terpisah dari residensial mewah dan resort dengan keramahan bintang lima. Emaar telah memulai proses pencarian merk resort dan hotel bintang lima berkelas internasional untuk menjadi bagian dari pembangunan ini, yang mana juga akan memiliki tempat golf dan perbelanjaan. Perumahannya akan dibuat design tropis dan arsitektur yang disesuaikan dengan keadaan sekitar.

Ekspansi global dari Emaar untuk memperbaharui dan memunculkan pasar tersebut sejalan dengan visinya untuk tahun 2010 untuk menjadi salah satu perusahaan paling bernilai didunia yang menembus ekspansi geograpikal dan segmen bisnis. Emaar juga telah memiliki dasar yang kuat di Asia Tenggara, dimana mereka telah membuka untuk pertama kalinya Emaar - Raffles International School di Singapura, yang juga akan menandai diversifikasi perusahaan pada jalur pendidikan.

Emaar, saat ini, memiliki porto folio pengembangan diluar negeri lebih dari AED 220 miliar (US$60 miliar) dan memiliki andil dalam memunculkan pasar didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara, Daratan Hindia, Amerika dan Eropa. Di Dubai, tempat asalnya, Emaar telah membangun Burj Dubai, dalam pengembangannya menjadi menara tertinggi didunia, dan The Dubai Mall, salah satu tempat perbelanjaan dan hiburan terbesar didunia.

Sumber  : www.ameinfo.com